A Winner makes commitments; A Loser makes promises

Mengawali coretanku hari ini dan tahun ini, sebuah kata bijak ingin kuutarakan, “A Winner makes commitments; A Loser makes promises”, yang artinya “Seorang pemenang membuat komitmen; Seorang pecundang membuat janji”. Yah, itulah kata bijak yang menginspirasi saya di awal tahun 2012 ini.

Bahwa sesungguhnya siapa kita tergantung dari apa yang kita katakan. Dan keberhasilan kita di hari esok, tergantung dari apa yang kita kerja dan perjuangkan hari ini.

Komitmen, sebuah kata yang dalam akan makna. Bagiku, Komitmen adalah sebuah keinginan yang datangnya dari hati, yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan nyata, hingga akhirnya terwujudlah keinginan tersebut. Berbeda kemudian dengan janji. Bagiku Janji adalah sebuah keinginan yang dilontarkan lewat ucapan, masalah terwujud atau tidaknya, bukan masalah.

Maka, hari ini yang kita butuhkan sesungguhnya adalah sebuah komitmen. Komitmen yang kita bangun di awal tahun akan mampu mengantarkan kita untuk meraih keberhasilan di sepanjang tahun dan pada puncaknya akan membawa kita kepada satu kata yakni sukses. Bagiku, Sukses adalah puncak dari rentetan keberhasilan.

Membuat sebuah komitmen bukan perkara mudah. Ibarat sebuah karya tulis, butuh latar belakang, rumusan masalah, pembahasan hingga sampai pada kesimpulan. Maka yang pertama kita tentukan adalah latar belakang, kita sepakat kita membuat komitmen karena ingin sukses di tahun 2012.

Selanjutnya, kita perlu menentukan rumusan masalah. Rumusan masalah yang kita buat mungkin saja berbeda-beda, bagiku ingin membahagiakan orang tua dan mandiri sudah cukup untuk jadi masalah yang harus saya pecahkan. Maka kita berlanjut ke pembahasan.

Untuk membahagiakan orang tua bisa menggunakan berbagai variabel. Bisa dengan menjadikan lulus kuliah dengan nilai coumlaude sebagai variabel, atau memiliki banyak uang sebagai variabel atau bahkan dengan punya istri dan memiliki anak yang dijadikan variabel. Maka ketika kita memilih lulus kuliah dengan nilai coumlaude, komitmen yang harus kita buat di awal tahun ini adalah belajar dengan tekun dan mendapatkan nilai A di setiap mata kuliah. Maka yang menjadi kesimpulan adalah “Saya mendapat nilai IPK 4,00 dan dinyatakan lulus dengan nilai coumlaude”. Sedangkan untuk menjadi pribadi yang mandiri berbagai hal pun bisa dijadikan variabel, seperti uang tidak disubsidi lagi oleh orang tua, mampu membiayai kuliah sendiri ataupun dengan hidup terpisah dari orang tua. Maka, ketika ketiga hal ini menjadi variabel kita untuk mandiri, komitmen yang harus kita bangun adalah saya harus menghasilkan uang sendiri yang mampu membiayai kuliah dan sewa kontrakan saya. Komitmen inilah yang akan mengantarkan kita untuk berpenghasilan.

Ketika komitmen untuk membahagiakan orang tua dan mandiri betul-betul kita jalankan sesuai kodrat dari komitmen yang saya katakan di awal tadi, maka kita akan menjadi pribadi yang berhasil membahagiakan orang tua dan berhasil mandiri yang sama saja berujung pada sebuah kesimpulan akhir yakni SUKSES”. Dan disisi lain, komitmen yang kita buat telah membawa kita pada sebuah kesuksesan yang mengantarkan kita untuk dinobatkan menjadi seorang PEMENANG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s