Cacar Merubah Segalanya

pasang iklanTak pernah terbayang olehku, penyakit Cacar harus ikut menjangkitiku setelah dua sahabatku terpapar sakit karena penyakit ini. Cacar, yah tepatnya Cacar Air atau Varicella simplexVaricella / Varicella simplex atau dikenal juga dengan istilah Chickenpox adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksivirus varicella-zoster. Aku tak tahu betul seperti apa penyakit ini kemudian menjangkitiku. Aku hanya bisa menduga kalau memang masa inkubasi penyakit ini 2 sampai 3 minggu itu artinya penyakit ini menular padaku setelah aku datang berkunjung ke kediaman dua orang sahabatku ini untuk menjenguknya.

Memang tak ada perubahan yang berarti pada tubuhku termasuk dalam diriku sepulang menjenguk dua sahabatku ini. Bahkan aku masih bisa beraktivitas dan bepergian jauh. Termasuk aku sempat berangkat ke Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba selama dua hari untuk liburan bersama teman-teman kuliahku, dan bahkan keesokan harinya setelah tiba di Makassar, bersama kawan-kawan organisasiku saya pun masih sempat menghabiskan waktu di Trans Studio Makassar dengan berbagai wahana yang ada.

Namun, dengan begitu banyaknya aktivitas yang saya jalani justru membuat tubuh saya lelah. Dari sinilah berbagai gejala awal penyakit cacar sebenarnya mulai terasa. Sesekali badanku terasa panas dan tak jarang tiba-tiba berubah menjadi dingin. Namun saat itu saya pun hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan setelah tiga hari ini aku banyak beraktivitas.

Disaat kondisiku seperti ini, aku kembali mendengar kabar bahwa ibu dan adikku sakit parah di kampung halamanku. Akhirnya keesokan harinya saya putuskan untuk kembali ke kampung halamanku di Kabupaten Pangkep,  65 km dari Kota Makassar, ditempuh selam 1 jam 15 menit dengan kendaraan sepeda motor. Bersama kawanku, aku kemudian menuju kampung halamanku. Namun, setibanya di Kabupaten Maros, kira-kira seperempat perjalanan yang saya tempuh. Hujan turun dengan sangat deras, memaksaku berhenti untuk menggunakan jas hujan. Sungguh aku tidak beruntung, jas hujan yang dibawa oleh kawanku yang juga pemilik motor yang aku kendarai adalah jas hujan untuk satu orang. Dengan besar hati aku mempersilahkannya untuk menggunakannya dan perjalanan kembali aku lanjutkan dalam kondisi aku harus mengenderai motor dalam keadaan kehujanan yang membuatku basah kuyup hingga seluruh badanku harus merasakan dinginnya air hujan di sore itu.

Motor tua kawanku kembali menyisahkan derita bagiku. Tak kurang lebih dari 10 kali aku tepaksa harus berhenti di tengah jalan untuk kembali men-starter motor kawanku karena selalu saja berhenti secara mendadak. Aku duga ini karena kurang perawatan pada komponen mesin. Maklum kawanku ini seorang cewek yang juga merupakan tetanggaku.

Tibalah aku di rumah dalam kondisi basah kuyup. Segera ku keringkan badanku dan kembali berpakaian. Ku temui ibu dan adikku telah terbaring sakit karena penyakit cacar. Katanya dua minggu lalu paman aku, adik dari ibuku berkunjung ke rumah dan tinggal beberapa hari sebelum kembali ke rumahnya di Kota Palopo. Saat berkunjung, paman aku dalam masa penyembuhan dari penyakit cacar.

Seketika itu, keyakinanku muncul, ibu dan adikku tertular penyakit cacar dari pamanku. Kini kekhawatiranku kian bertambah terhadap diriku. Aku takut penyakit cacar kawanku juga menular padaku. Benar saja, malam harinya tepat di tanggal 14 Februaru 2013 bertepatan di Hari Kasih Sayang kini giliran aku terbaring sakit. Semua tulang dan persendianku terasa remuk dan nyeri, aku merasa lesu dan lemah, tubuhkan panas dingin dan kepalaku terasa sakit serasa mau pecah. Aku yakin faktor kelelahan dan kehujanan menyebabkan imun tubuhku menurun drastis sehingga reaksi dari virus varicella-zoster mulai terasa dan nampak dipermukaan tubuhku. Kini di seluruh tubuhku timbul bintik-bintik merah. Dan keesokan harinya, bintik-bintik itu telah menjadi  lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Yah kini aku pun menderita cacar.

Berhari-hari kami bertiga harus melewati hari-hari kami dengan penyakit ini. Hanya nenek kami yang setia merawat kami. Hematku tak mungkin nenek terkena cacar, ini adalah penyakit masa lalunya di saat muda. Dan alhamdulillah sampai tulisan ini saya posting, nenek saya masih dalam keadaan sehal wal afiat. Berhari-hari ia merawat kami dengan penuh kasih sayang. Hingga akhirnya adik saya harus menderita penyakit ini selama 7 hari, ibu aku harus menderita panyakit ini selama 10 hari, dan terparah terjadi padaku. Aku harus menderita penyakit ini selama setengah bulan, tepatnya 15 hari.

Kulit kami yang tadinya mulus, kini penuh dengan bercak kehitaman atau hiperpigmentasi. Terlebih di wajahku, harus meninggalkan beberapa bekas berupa lubang karena ulah jari jemariku yang selalu menggaruk keropeng atau lenting yang tadinya berisi cairan dan sudah mengering yang ada di wajahku. Padahal seharusnya saya harus membiarkannya hilang dan jatuh dengan sendirinya.

Akhirnya, Cacar ini begitu banyak merubah kehidupan keluargaku. Kini kami lebih peka terhadap segala reaksi yang ada pada tubuh kami. Kini kami lebih peduli terhadap asupan makanan untuk kesehatan kami. Kami sadar betapa berharganya kesehatan disaat sakit. Dan kami semua kini terlahir sebagai orang yang selalu bersabar dalam mengahadapi kondisi-kondisi sulit. Lamanya kami menderita cacar melatih kesabaran kami. Dan banyak lagi perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada kami. Termasuk saya, kini sudah rajin mandi, rajin makan, dan makin sayang sama nenek, ibu dan adikku. Karena merekalah yang lebih awal sembuh dan melewati masa-masa sulitnya sehingga berkesempatan merawatku.

“Cacar bukan akhir dari segalanya. Cacar adalah awal dari segalanya”

One thought on “Cacar Merubah Segalanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s